Menabur Benih Toleransi, Menuai Damai di Sekolah: Monev Program Pelatihan Guru di Makassar
Makassar, 14–16 April 2025 – Institut DIAN/Interfidei kembali hadir di Makassar untuk menyapa para pegiat pendidikan yang selama empat tahun terakhir telah bersama-sama menapaki jalan toleransi melalui program JISRA (Joint Initiative for Strategic Religious Action). Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (MONEV) terhadap pelaksanaan Lokalatih Berjenjang tentang Mengelola dan Memaknai Perbedaan di Lingkungan Sekolah, kami tidak sekadar mengumpulkan data atau laporan. Kami mendengar cerita. Kami menyaksikan proses. Kami merasakan denyut perubahan.
Melanjutkan Jejak, Menelisik Arah
Program JISRA yang telah berjalan sejak 2021 hingga 2025 di dua wilayah utama, Makassar dan Manado, membawa semangat besar untuk mendorong tumbuhnya atmosfer sekolah yang menjunjung toleransi, keterbukaan, dan kerjasama lintas iman. Tak hanya dalam wacana, tetapi dalam kebijakan sekolah, interaksi antar guru, hingga pembelajaran di kelas yang menyentuh siswa secara langsung.
Dalam kerangka itu, MONEV kali ini difokuskan pada alumni Training of Trainers (ToT) tahun 2024. Dengan melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru dari berbagai SMA/SMK—baik negeri maupun swasta—tim Interfidei menyelenggarakan FGD (Focus Group Discussion) dan wawancara mendalam di sekolah-sekolah peserta. Interfidei tidak berjalan sendiri. Dukungan datang dari jejaring lokal dan mitra akademik seperti Fakultas Ushuluddin UIN Alauddin, STF-INTIM, Universitas Atmajaya Makassar, dan UKIP.
Cerita di Balik Angka
Monitoring bukan hanya soal memastikan bahwa program berjalan "sesuai rencana." Lebih dari itu, ia menjadi ruang refleksi bersama. Kami menemukan bahwa di balik kurikulum dan modul pelatihan, tumbuh benih-benih transformasi: kepala sekolah yang menginisiasi kegiatan lintas iman sebagai agenda rutin sekolah, guru yang mengintegrasikan nilai-nilai toleransi dalam pembelajaran sains dan sejarah, hingga siswa yang mulai terbuka berteman dengan siapa saja, tanpa sekat identitas.
Akhir Kata: Merawat Harapan, Menjadi Sekolah Damai
Sekolah adalah taman benih peradaban. Apa yang ditanam hari ini, akan tumbuh menjadi wajah masa depan bangsa. Program JISRA, dengan segala dinamikanya, adalah bagian dari upaya kecil namun signifikan untuk menabur benih toleransi, merawat keberagaman, dan membangun damai sejak dini. Monitoring ini bukan titik akhir, melainkan titik jeda—untuk menengok ke belakang, menilai langkah, dan menata arah ke depan.
Dari Makassar, kami pulang dengan secercah harapan: bahwa perubahan memang mungkin—selama ada yang terus menyulut nyala, menyambung tangan, dan merawat hati. Dan di sanalah, Interfidei akan terus hadir.
