35 Tahun Interfidei: Merawat Dialog Antar-Iman untuk Keadilan, Kemanusiaan, dan Perdamaian
Selama tiga setengah dekade, Institut DIAN/Interfidei hadir sebagai ruang perjumpaan bagi mereka yang percaya bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh, melainkan kesempatan untuk saling mengenal, belajar, dan bekerja bersama. Berangkat dari keyakinan tersebut, Interfidei memperingati perjalanan 35 tahunnya melalui Diskusi Publik bertajuk "Dialog Antar-Iman untuk Keadilan, Kemanusiaan, dan Perdamaian" yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 15.00–17.30 WIB.
Didirikan pada tahun 1991, Institut DIAN/Interfidei dikenal sebagai lembaga dialog antar-iman pertama di Indonesia. Sejak awal berdirinya, Interfidei memandang dialog bukan sekadar ruang percakapan antarumat beragama, melainkan proses membangun kepercayaan, memperkuat solidaritas, dan mendorong kerja sama nyata dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat.
Selama 35 tahun, perjalanan Interfidei menunjukkan bahwa dialog antar-iman terus berkembang mengikuti dinamika zaman. Berbagai isu yang dahulu dianggap berada di luar ruang dialog kini menjadi bagian penting dari perhatian bersama, mulai dari kebebasan beragama atau berkeyakinan, pendidikan, perdagangan orang, ketimpangan sosial, hingga krisis lingkungan dan perubahan iklim. Beragam tantangan tersebut memperlihatkan bahwa tidak ada satu kelompok yang mampu menjawab persoalan sendirian. Kolaborasi lintas agama, lintas sektor, dan lintas generasi menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.
Berbeda dengan pemahaman yang memandang dialog hanya sebagai pertemuan antaragama secara kelembagaan, Interfidei memilih menggunakan istilah dialog antar-iman (interfaith dialogue). Pilihan ini menegaskan bahwa titik temu tidak berhenti pada identitas keagamaan, tetapi berakar pada nilai-nilai iman dan religiositas yang mendorong setiap orang untuk memperjuangkan keadilan, kemanusiaan, perdamaian, serta penghormatan terhadap martabat manusia.
Momentum peringatan 35 tahun ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan panjang tersebut sekaligus melihat kembali tantangan kehidupan bersama di Indonesia saat ini. Di tengah meningkatnya polarisasi sosial, berkembangnya disinformasi, dan kompleksitas persoalan global, dialog antar-iman tetap relevan sebagai pendekatan untuk membangun saling percaya dan memperkuat kohesi sosial.
Melalui format diskusi publik yang dikemas sebagai talkshow, Interfidei menghadirkan para narasumber dari beragam latar belakang untuk berbagi pengalaman, gagasan, dan refleksi mengenai perjalanan dialog antar-iman di Indonesia, tantangan yang dihadapi saat ini, serta peluang kolaborasi pada masa mendatang. Perjumpaan ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang mengenang sejarah, tetapi juga menjadi titik tolak untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang inklusif, adil, damai, dan berkelanjutan.
Peringatan 35 tahun Interfidei mengingatkan bahwa dialog bukanlah tujuan akhir. Dialog adalah jalan untuk membangun relasi antarmanusia yang lebih setara, memperkuat kepedulian terhadap sesama, dan menghadirkan aksi bersama demi kehidupan yang saling menghidupkan. Semangat inilah yang terus dirawat Interfidei sejak 1991 dan akan terus menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan Indonesia di masa depan.
