HOMETENTANG KAMIARTIKELPUBLIKASIBUKU TAMUPETA SITUS

 

 
In English
 
 
 

Tentang Kami >>Bidang Publikasi
Institut Dialog Antar-Iman di Indonesia (Institut DIAN)

 

 

Tentang Bidang Publikasi

Untuk pemesanan buku, sementara ini dapat melalui e-mail kami: dianinterfidei@yahoo.com

Buku- Buku

Diskriminasi di Sekeliling Kita: Negara, Politik Diskriminasi dan Multikulturalisme

Kata Pengantar: Djohan Effendi.
xxii, 244 halaman
Institut DIAN/Interfidei, Cet. I, 2008
ISBN: 979-8726-35-4
Bahasa Indonesia

Diskriminasi di Sekeliling Kita: Negara, Politik Diskriminasi dan Multikulturalisme Istilah “diskriminasi” rupanya telah akrab di pendengaran kita. Keakraban tersebut kadang bermata dua, pada satu sisi menyadarkan kita ternyata di sekeliling kita masih ada ketimpangan dan ketidakadilan. Di sisi lain karena berbagai tindakan diskriminatif telah menjadi bagian dari habitus kita, hal itu membuat kita acuh tak acuh saat mendengarnya.

Problematika Pendidikan Agama di Sekolah
Hasil Penelitian Tentang Pendidikan Agama di Kota Jogjakarta 2004-2006
Listia, Laode Arham, Lian Gogali, Kata Pengantar: Prof. Dr. H. Djohar M. S.
xxxiii, 254 halaman
Institut DIAN/Interfidei, Cet. I, 2007
ISBN: 979-8726-34-7
Bahasa Indonesia

Banyak kalangan dalam masyarakat Indonesia yang mempunyai harapan besar bahwa pendidikan agama bisa menjadi jaminan bagi kualitas moral generasi muda. Harapan ini tampaknya tidak akan mudah terwujud mengingat masalah kualitas moral terkait dengan banyak sekali faktor; pendidikan dalam keluarga, akses informasi, pergaulan dalam masyarakat dan tingkat kesulitan hidup yang harus dihadapi. Sementara itu pendidikan agama dalam pelaksanaannya menghadapi banyak tantangan yang tidak mudah Pendidikan agama kurang mengembangkan aspek selain aspek pengetahuan dan ketrampilan beribadah serta keterbatasan terkait dengan politik identitas. Masalah agama di Indonesia pada akhirnya terkait dengan persoalan bagaimana perbedaan dalam masyarakat ini dikelola, dan pendidikan agama seringkali tidak bisa bebas menentukan arahnya bagi suatu upaya memerdekakan kepribadian dan beragama secara dewasa. Problematika ini bisa dicermati dalam buku dengan judul “Problematika Pendidikan Agama Agama di Sekolah” hasil penelitian yang dilakukan Interfidei 2004-2006.

Agama dan Hak-hak Asasi Manusia
Editor: John Kelsay dan Sumner B. Twiss, Kata Pengantar: M.M. Billah,
xviii, 225 halaman,
DIAN/Interfidei, Cet. I, 1997
ISBN: 979-8726-06-5
Bahasa Indonesia

Jika banyak orang menganggap bahwa agama merupakan sesuatu yang bukan saja menjadi perekat antara suatu komunitas dunia pada umumnya, tetapi juga berkait erat dengan emosi-emosi di dalam individu dan kelompok, maka dimensi konflik dalam agama adalah sesuatu yang esensial. Andaikan juga agama merupakan suatu "cantelan" bagi penindasan, dan simbolyang menyebabkan mereka berperang, tentu hal ini adalah dinamika tersendiri. Karena itulah, momentum untuk dialog antara dinamika konflik agama dengan realitas sosial perlu diciptakan yang pada akhirnya dapat dipahami secara jelas mengapa agama dapat menjadi "berkat" atau kekuatan HAM, dan memobilisasi kekuatan dari tradisi-tradisi agama yang mengasihi, menjunjung martabat manusia dan keadilan.

Agama dan Negara: Perspektif Islam, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, Protestan
Th. Sumartana dkk (eds.), Kata Pengantar: A.A. Yewangoe
xxvi, 149 halaman
DIAN/Interfidei, Cet. I, 2002
ISBN: 979-8726-22-7
Bahasa Indonesia

Masalah terpenting dari relasi Agama dan Negara (Kekuasaan) ialah menempatkan pemahaman keagamaan dan teorisasi kekuasaan sebagai proses sosial dan budaya yang tidak pernah berakhir. Semua orang dengan beragam aliran dan agama bisa terlibat aktif dalam semua moment politik, keagamaan dan kenegaraan sebagai bagian kemandirian warga dalam gagasan masyarakat sipil atau madani

Tuhan Punya Banyak Nama
John Hick
X, 176 halaman
Institut DIAN/ Interfidei, Cet. I, 2006
ISBN: 979-8726-33-2
Bahasa Indonesia

Buku ini merupakan konsep Hick tentang pluralisme religius. Konsep Hick ini merupakan respon terhadap dua pandangan menyangkut hubungan agama-agama, yaitu eksklusivisme dan inklusivisme. Konsep Hick mengungkapkan bahwa tradisi religius mempunyai perbedaan, diantaranya menyangkut realitas historis, transenden dan konsep keselamatan. Bagi Hick, setiap tradisi religius dibentuk oleh kultur, pengalaman, pemikiran dan spiritualitas yang berbeda-beda. Setiap tradisi religius adalah baik selama ia memberikan pengaruh moral dan spiritual pada pengikutnya.

Pluralisme, Konflik dan Pendidikan Agama di Indonesia
Th. Sumartana dkk (eds.), Kata Pengantar: A. Munir Mulkhan
xxix, 302 halaman
DIAN/Interfidei, Cet. II, 2005
ISBN: 979-8726-17-0
Bahasa Indonesia

Agama sesungguhnya merupakan panduan moralitas manusia, yang dengan panduan ini manusia akan menemukan nilai-nilai kemanusiaannya ... Pendidikan merupakan agen perubahan, yang membantu manusia untuk menemukan citra dirinya sebagai manusia yang beradab ... Dalam realitas, ternyata agama justru dijadikan alasan terjadinya konflik ... sementara pendidikan tidak banyak menghasilkan manusia sadar-diri ... akibatnya, konflik tak kunjung usai ..
.

Sejarah, Teologi dan Etika Agama-Agama
Elga Sarapung dkk (eds.), Kata Pengantar: H. Moch. Qasim Mathar
xxiii, 333 halaman
DIAN/Interfidei, Cet. II, 2005
ISBN: 979-8726-30-8
Bahasa Indonesia

Berbagai konflik dan kekerasan 'demi' dan 'atas nama' agama (SARA) adalah bukti konkrit dari dangkalnya pemahaman, baik terhadap agama sendiri maupun agama orang lain ... Buku ini hadir sebagai bagian dari upaya menyediakan ruang bagi kita untuk mengenal lebih baik dan dalam
mengenai agama-agama lain melalui pendekatan sejarah, teologi/filsafat, dan etika ...

Spiritualitas Baru: Agama dan Aspirasi Rakyat
Elga Sarapung dkk (eds.). Kontributor: Y.B. Mangunwijaya, Gedong Bagoes Oka, Mohammad Sobary, dll.
xvi, 375 halaman
DIAN/Interfidei, Cet. II, 2004
ISBN: 979-8581-01-6
Bahasa Indonesia

Spiritualitas baru yang diperlukan adalah sikap yang lebih mementingkan kesalehan struktural daripada kesalehan individual. Mengapa? Kesalehan struktural mendorong kehidupan yang terhindar dari gejala demoralisasi dan dehumanisasi dalam berbagai bentuknya. Sementara kesalehan individual tidak mendorong komitmen moral, tanggung jawab sosial dan solidaritas kemanusiaan ...

Memahami Wajah Para Pembela Tuhan
Eko Prasetyo, Machasin, Gerrit Singgih, Th. Sumartana
vi, 163 halaman
DIAN/Interfidei, Cet. II, 2004
ISBN: 979-8726-29-4
Bahasa Indonesia

Istilah fundamentalisme sedang jadi momok dalam pergaulan kemasyarakatan sekarang ini, bukan saja di Indonesia tetapi di seluruh dunia. Menarik bila mengetahui apa, mengapa dan bagaimana yang disebut fundamentalisme itu. Aspek latarbelakang sejarah dan kenyataan di lapangan dewasa ini sangat membantu kita untuk memahami ketiganya ...

Dialog: Kritik dan Identitas Agama
Elga Sarapung, Noegroho Agoeng, Alfred B. Jogoena (eds.)
xxxi, 348 halaman
DIAN/Interfidei, Cet. III, 2004
ISBN: 979-8726-31-6
Bahasa Indonesia

Persoalan-persoalan kemanusiaan dewasa ini semakin menyadarkan kita akan pentingnya keterlibatan agama-agama untuk ikut memperhatikan dan mengupayakan penyelesaian secara bersama-sama. Keterlibatan agama semacam itu tidak terhindarkan, karena iman tidak cukup hanya diikrarkan dan diwujudkan dalam bentuk ritualnya, ia menuntut keterlibatan konkrit dalam seluruh problem etis umat manusia ... dialog adalah satu-satunya pilihan yang logis dan etis dalam upaya melibatkan agama pada persoalan di atas ...

Agama dan Negara: Perspektif Islam, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, Protestan
Th. Sumartana dkk (eds.), Kata Pengantar: A.A. Yewangoe
xxvi, 149 halaman
DIAN/Interfidei, Cet. I, 2002
ISBN: 979-8726-22-7
Bahasa Indonesia

Masalah terpenting dari relasi Agama dan Negara (Kekuasaan) ialah menempatkan pemahaman keagamaan dan teorisasi kekuasaan sebagai proses sosial dan budaya yang tidak pernah berakhir. Semua orang dengan beragam aliran dan agama bisa terlibat aktif dalam semua moment politik, keagamaan dan kenegaraan sebagai bagian kemandirian warga dalam gagasan masyarakat sipil atau madani

Pluralisme, Konflik dan Perdamaian: Studi Bersama Antar-Iman
Syafa'atun Elmirzanah dkk (eds.), Kata Pengantar: Elga Sarapung
xxvi, 143 halaman
DIAN/Interfidei dan The Asia Foundation, Cet. I, 2002
ISBN: 979-8726-23-5
Bahasa Indonesia

Wacana yang dikembangkan dalam buku ini merupakan refleksi dari rangkaian pengalaman belajar bersama antar-iman dengan teman-teman yang ada di beberapa daerah ...

Merajut Masa Depan Indonesia
Th. Sumartana dkk (eds.), Kata Pengantar: Susetiawan
xxviii, 151 halaman
DIAN/Interfidei, Cet. I, 2002
ISBN: 979-8726-20-0
Bahasa Indonesia

Kebersamaan dalam perbedaan memang menjadi sebuah dilema kebangsaan bagi Indonesia. Persoalan-persoalan di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, agama, semakin menggusur rasa keprihatinan terhadap aspek kemanusiaan dan kebersamaan Indonesia ... Bukan hanya masyarakat yang perlu proses transformasi berpikir, bertindak, tetapi seluruh bagian bangsa ini: para politisi, petinggi negara, agamawan, LSM, dll.

Commitment of Faiths: Identity, Plurality and Gender
Th. Sumartana dkk (eds.), Kata Pengantar: Eka Darmaputera
xxxi, 298 halaman
DIAN/Interfidei, Cet. I, 2002
ISBN: 979-8726-19-7
Bahasa Inggris

The Abrahamic religions: Judaism, Christianity, and Islam have so far been known and understood openly, comprehensively, limited only to certain levels. What and how the actual relations of the three religions are and what the meaning of these relations is in the context of religions on a worldwide scale have still not been understood by many people ... This book expresses the perspective meant with the hope that the understanding as well as the religion discourse of the readers are enriched.

Nasionalisme Etnisitas: Pertaruhan Sebuah Wacana Kebangsaan
Th. Sumartana dkk (eds.), Kata Pengantar: Cornelis Lay
xxii, 200 halaman
DIAN/Interfidei, Cet. I, 2001
ISBN: 979-8726-13-8
Bahasa Indonesia

Pentingnya kajian tentang persoalan kebangsaan yang sedang dirundung malang karena bertumpuknya hutang, menempatkan serta mengingatkan apa yang sesungguhnya dibutuhkan bangsa ini menjadi keniscayaan bersama ... Dengan semangat menumbuhkan wacana baru di Republik ini, kumpulan karangan kali ini mencoba memotret dari sisi lain soal nasionalisme, imajinasi bangsa, dan globalisasi ekonomi ...

Reformasi Politik Kebangkitan Agama dan Konsumerisme
Th. Sumartana dkk (eds.), Kontributor: Y.B. Mangunwijaya, A. Syafi'i Ma'arif, Arief Budiman, Th. Sumartana, dll.
xx, 247 halaman
DIAN/Interfidei, KOMPAS, Forum Wacana Muda. Cet. I, 2000
ISBN: 979-8726-09-X
Bahasa Indonesia

Reformasi yang diharapkan banyak pihak harus berjalan sesuai dengan alurnya, karena itu harus dikontrol sebagai 'pembimbing'. Bentuk terkecil sebagai sumbangan terhadap check and balance atas reformasi adalah pengendalian wacana oleh masyarakat, bukan oleh negara. Oleh sebab itu, masyarakat harus disiapkan untuk memasuki era baru yang hampir pasti penuh ketidakpastian. Dengan 'bimbingan' wacana masyarakat akan terbiasa berfikir kritis-responsif ke depan, tidak menggantungkan nasibnya terhadap belas kasihan negara. Buku ini merupakan upaya ke arah sana ...

ABRI dan Kekerasan
Th. Sumartana dkk (eds.), Pengantar: Lance Castles, Kontributor: Rudini, Daniel Dhakidae, Hotman Siahaan, Mochtar Mas'oed, dll.
xxxi, 226 halaman
DIAN/Interfidei, KOMPAS, Forum Wacana Muda. Cet. I, 1999
ISBN: 979-8726-10-3
Bahasa Indonesia

Tumpahan darah sipil kembali mengalir di mana-mana. ... Semua peristiwa kerusuhan, pembakaran, penjarahan, penculikan, pembunuhan yang terjadi dalam kurun waktu lima tahun terakhir menunjukkan akumulasi kekerasan makin tidak dapat diterima akal sehat. Mengapa masyarakat sipil yang harus menjadi korban? Mengapa ABRI cenderung melakukan tindak kekerasan dan menampilkan dirinya sebagai 'agen' kekuasaan yang otoriter? Adakah hubungan yang dinamis yang konstruktif antara ABRI dan Sipil? Bukankah kerusuhan yang memakan korban masyarakat membuktikan adanya hubungan yang destruktif? Adakah kesediaan dan cara memperbaikinya?

Pengalaman, Kesaksian, dan Refleksi Kehidupan Mahasiswa di Yogyakarta
(Hasil Penelitian Tentang Hubungan Antaretnis dan Antariman di Kalangan Mahasiswa di Yogyakarta)
Tim Peneliti: Faruk H.T., Th. Sumartana, P.M. Laksono, Cornelis Lay, Loekman Soetrisno, dll.
xvi, 269 halaman
DIAN/Interfidei dan LP3ES. Cet. I, 1999
ISBN: 979-8726-11-1
Bahasa Indonesia

Hubungan masyarakat antaretnis dan antariman di Indonesia dalam kurun waktu terakhir ini makin terkoyak. Berbagai kerusuhan yang terjadi mengungkap keresahan masyarakat tentang ketidakpastian nasib dan masa depan mereka. Tidak ada seorangpun yang bisa mengelak kecuali mempertanyakan berulang kali, apa sebenarnya yang sedang terjadi dengan bangsa ini, mengapa? Hubungan-hubungan yang lebih kecil lingkungannya terjadi juga di kalangan kampus, khususnya di antara mahasiswa. Yogyakarta digambarkan sebagai sebuah 'Indonesia mini', 'kota mahasiswa'. Pengalaman individual para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang berbeda memberikan gambaran bagaimana dinamika hubungan masyarakat antaretnis dan antariman itu terjadi.

Anotasi 200 Buku Islam. Karya Muslim Indonesia
Zuly Qodir dkk (eds.), Pengantar: Machasin dan Faruk.
xxi, 200 halaman
DIAN/Interfidei. Cet. I, 1998
ISBN: 979-8726-06-5
Bahasa Indonesia

"Melimpahnya buku-buku Islam merupakan salah satu unsur dari suasana 'kebangkitan Islam' tentu fenomenal. Artinya, sebuah penampakan permukaan yang langsung tertangkap dan sugestif, memancing orang untuk bertanya lebih jauh mengenai mekanisme apa yang bekerja di belakangnya sehingga fenomena itu muncul" (Dr. Faruk).

Identitas dan Kedaulatan: Kabar Dari Pulau Bali (77 Tahun Gedong Bagoes Oka)
Zuly Qodir dkk (eds.), Sekapur Sirih: Loekman Soetrisno. Kontributor: KH. Abdurrahman Wahid, Y.B.Mangunwijaya, Eka Darmaputera, J.B. Banawiratma, dll.
xxv, 258 halaman
DIAN/Interfidei. Cet. I, 1998
ISBN: 979-8726-07-3
Bahasa Indonesia

Dengan kelebihan-kelebihan dan (tentu saja) kekurangan-kekurangan yang dimiliki Gedong Bagoes Oka menunjukkan bahwa Ia adalah seorang yang layak dijadikan figur teladan. Refleksi dan aktualisasi dari pandangan dan pengalaman yang luas di wilayah agama, pendidikan, perempuan, lingkungan, kesehatan masyarakat dan perdamaian merupakan 'keharusan sejarah' yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dari sanalah kita akan bisa memahami Gedong Bagoes Oka sebagai Gandhiisme yang humanis.

Di Tengah Hentakan Gelombang: Agama dan Keluarga dalam Tantangan Masa Depan
Hairus Salim dkk (eds.), Kontributor: Darmanto Jatman, Budiawan, Zakaria J. Ngelow, dll.
xii, 202 halaman
DIAN/Interfidei. Cet. I, 1997
ISBN: 979-8726-06-9
Bahasa Indonesia

Keluarga, kini bukan tempat pulang yang aman dan teduh. Keluarga juga telah mengalami krisis. Krisis institusi keluarga, bahkan merupakan bagian penting dari krisis kehidupan di penghujung abad ke 20 ini. ... Jika ada teriakan kematian Tuhan, apakah kematian keluarga merupakan episode berikutnya?

Kisah Dari Kampung Halaman: Masyarakat Suku, Agama Resmi dan Pembangunan
Hairus Salim dkk (eds.), Kontributor: Stepanus Djuweng, Cornelis Lay, Aris Arif Mundayat, dll.
xiii, 310 halaman
DIAN/Interfidei. Cet. I, 1996
ISBN: 979-8726-05-7
Bahasa Indonesia

Modernisasi, seringkali dianggap sebagai anugerah, tapi juga tak jarang dianggap semacam kutukan. Bersandar pada tesis bahwa hampir seluruh kehidupan masyarakat suku bersifat dekaden, pasif dan tradisional, maka 'pengemban-pengemban modernisasi' merasa perlu memodernisasikan dan mencerahkan masyarakat suku. Lewat suatu proses yang tak jarang sangat keras, dan dalam bingkai persekongkolan pembangunan, negara dan agama resmi, mereka men(di)jadi(kan) persembahan bagi dewa baru yang bernama modernisasi. Berbagai elemen spiritual dan material kehidupan mereka telah musnah. Apakah ini bayaran yang mereka berikan untuk bisa meraih kehidupan?

Membangun Di Tengah Pusaran Hutang: Tinjauan Multidisipliner Hutang Luar Negeri dan Pembangunan Indonesia
Jayadi Damanik dkk (eds.), Kontributor: Sritua Arif, Mohtar Mas'oed, F.Sugeng Istanto, dll.
xv, 198 halaman
Pokja PKPM dan DIAN/Interfidei. Cet. I, 1996
ISBN: 979-8726-04-9
Bahasa Indonesia

Mengaitkan hutang luar negeri dengan hak dan kewajiban warga negara menjadi penting, terutama berkaitan dengan akses informasi dan hak mereka untuk mengambil sikap. Di lain pihak, pemerintah sebagai pelaksana, berkewajiban untuk memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada warga negara menentukan sikapnya secara obyektif. Tak pelak lagi bahwa, di sini pembahasan masalah hutang luar negeri bertemu dengan agenda penyadaran dan demokratisasi masyarakat secara keseluruhan.

Pergulatan Mencari Jati Diri: Konfusianisme di Indonesia
Hairus Salim dkk (eds.), Kata Pengantar: Abdurrahman Wahid. Kontributor: Lasiyo, Onghokham, Haksu Tjhie Tjai Ing, dll.
xxxiii, 243 halaman
DIAN/Interfidei. Cet. I, 1995
ISBN: 979-8726-02-2
Bahasa Indonesia

"Kajian tentang perkembangan Kong Hu Cu di Indonesia merupakan sesuatu yang memerlukan telaahan mendalam untuk diambil pola-pola umumnya. Apalagi ketika kemudian Orde Baru melancarkan sebuah kampanye anti-Konfusianisme, dalam artian melarang pemunculan agama Kong Hu Cu sebagai agama melainkan hanyalah sebagai spiritualitas atau unsur-unsur etika belaka. Penolakan Orde Baru atas kehadiran Kong Hu Cu sebagai agama merupakan tahap ketiga dari perkembangan agama tersebut di sini yaitu bersamaan dengan tahap konversi besar-besaran kepada agama Kristen. Buku ini adalah langkah ke arah itu dan menurut saya merupakan langkah yang sangat berharga bagi pengenalan kehidupan beragama di negeri kita ini" (Abdurrahman Wahid)

Mendidik Manusia Merdeka: Romo Y.B. Mangunwijaya 65 Tahun
Th. Sumartana dkk (eds.), Kontributor: Abdurrahman Wahid, Arswendo Atmowiloto, Mudji Sutrisno, dll.
xiii, 451 halaman
DIAN/Interfidei dan Pustaka Pelajar. Cet. II, 1995
ISBN: 979-8726-01-4
Bahasa Indonesia

Di tengah situasi hidup yang dicekam 'rezim spesialis' ini, kehadiran Romo Mangun (alm) sebagai seorang 'generalis' tentu menarik dan unik. Pandangan yang bersifat general ini menyiratkan perspektif Romo Mangun pada hidup dan seluruh problemnya sebagai suatu persoalan yang saling kait mengkait dan relasional. Sebuah persoalan tidak pernah berdiri sendiri, maka pemecahannyapun tak bisa dengan proposal pemikiran masing-masing. Di sini seorang generalis sejati senantiasa mengandaikan suatu masalah dengan pembicaraan dan jalan keluar yang bersifat dialogis dan kooperatif dari berbagai unsur yang terlibat

Kermbali

 

 
 
Copyright © Institut DIAN/Interfidei 2006