Bidang Pendidikan
Latarbelakang
Pendidikan dianggap sangat penting bagi Interfidei, terutama pendidikan alternatif, antara lain seperti model yang dikembangkan Interfidei selama ini, melalui pelatihan/lokakarya, short course, studi kelas dengan proses belajar bersama dan team teaching.
Selain untuk memperluas wawasan, juga berlangsung proses penyadaran dan membangun sikap kritis dan aktif masyarakat terhadap situasi yang berlangsung sehari-hari. Lewat pendidikan juga terjadi proses transformasi nilai-nilai kehidupan dan kemanusiaan universal.
Diharapkan dari model pendidikan semacam ini masyarakat demokratis bisa terwujud. Masyarakat yang menghargai pluralitas dengan segala perbedaan yang ada.
Bentuk Kegiatan
- Seminar/Workshop/Pelatihan
- Shortcourse :
- Studi Agama-agama
- Studi Agama dan Masyarakat
Melalui seminar dan workshop, peserta selain melakukan eskplorasi serta kajian-kajian wacana, juga mendiskusikan secara mendalam tentang potensi-potensi local yang dimiliki berkaitan dengan “pluralisme, konflik dan perdamaian”. Bagaimana konteks local bila diperhadapkan dengan tema itu, apa yang perlu dan penting untuk dilakukan, bagaimana melakukannya dengan menggunakan seluruh potensi local yang mereka miliki. Karena itu dalam kegiatan ini, selain soal wacana, juga kepada peserta diberikan “tools” dasar, bagaimana hidup bersama dan mengelola kemajemukan dalam masyarakt.
Kegiatan Studi Agama-agama dan Studi Agama dan Masyarakat lebih ke soal wacana. Bagaimana masyarakat bisa mengeksplorasi pikiran, gagasan mereka berdasarkan pengalaman riil di lapangan. Peserta didorong untuk mampu berefleksi dan menganalisisnya.
Kegiatan-kegiatan ini dimaksudkan, bagaimana memampukan masyarakat untuk melakukan studi-studi dan aksi-aksi “hermeneutic”, mencari dan mengkaji korelasi antara teori dan praksis

Tentang kegiatan
Bidang ini baru dibuka tahun 1997, awal dari kerja Interfidei untuk lima tahun kedua. Dimulai di Yogyakarta dengan Seminar dan lokakarya yang bertemakan “Pluralisme, Konflik dan Dialog dalam menghadapi PEMILU”. Peserta berasal dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, kurang lebih 35 orang.
Dari kegiatan itu, kemudian berkembang dan meluas, tidak saja di Yogyakarta tetapi juga di daerah-daerah lain, seperti Kupang, Makassar, Manado, Pontianak, Banjarmasin, Medan, Ende, Palangkaraya, Samarinda, Pematang Siantar, Bengkulu, Lampung, Jayapura, Sorong, Gorontalo, Padang, Bali. Beberapa di antaranya sudah beberapa kali, tidak saja kegiatan pelatihan/lokakarya tetapi juga Studi Agama-agama dan atau Studi Agama dan Masyarakat.
Studi Agama-agama dan Studi Agama dan Masyarakat, adalah kegiatan yang dimulai sejak tahun 1998, di Yogyakarta. Diawali dengan Studi Agama-agama. Kurang lebih ada 10-15 peserta dalam bentuk kelas melakukan proses belajar bersama dengan seorang “guru” yang ahli dalam bidangnya.
Dalam kegiatan Studi Agama-agama ini, peserta belajar bersama soal-soal yang berkaitan dengan agama : sejarah, teologi/filsafat dan etika. Semua agama ikut dalam kegiatan ini : Islam, Protestan, Katolik, Buddha, Hindu, Yahudi, Sikh, Baha’I, Khonghucu, Kejawen.
Studi Agama dan Masyarakat sifatnya lebih tematis. Misalnya tentang “Agama dan Politik Diskriminasi”; “Agama dan Hak Asasi Manusia”, “Agama dan HIV/AIDS”, dan lain sebagainya. Bentuk dan prosesnya sama dengan kegiatan Studi Agama-agama, yaitu proses kelas dan team teaching. Peserta untuk kedua kegiatan ini terbuka dari latarbelakang apa pun : agama, etnis, status sosial, pendidikan dan terutama gender.
Sejak tahun 2003, kegiatan ini mulai diselenggarakan juga di daerah-daerah di luar Yogyakarta, seperti Banjarmasin, Padang, Manado/Tomohon, Makassar, Bali.
Ke depan
Program ini dianggap tetap relevan dan sangat dibutuhkan di mana-mana. Karena itu tetap menjadi program Interfidei ke depan. Tahun ini akan mengadakan kegiatan di Padang, Ambon, Poso, Lombok, Balikpapan, Kupang, Jawa Tengah, Yogyakarta.
Back