Institut Dialog Antar-Iman di Indonesia_
     Institute for Inter-Faith Dialogue in Indonesia

  Rabu , 08  September  2010
 
Tentang Kami
   Artikel
 
  

Fungsi dan Kedudukan

  • Institut ini tidak berkedudukan mewakili agama sebagai institusi, tetapi sebagai perkumpulan dari para pemeluk agama yang terikat oleh imannya.
  • Ruang lingkup kerja Institut ini tidak saja berkaitan dengan agama-agama resmi yang diakui pemerintah, akan tetapi juga melibatkan setiap wujud kepercayaan di masyarakat, seperti Konghucu, agama-agama suku, aliran kepercayaan.
  • Institut ini sebagai Forum dimana gagasan keimanan yang tumbuh dari diskursus dinamika kemajemukan, serta pengalaman konkrit di masyarakat didialogkan bersama.
Mengapa “dialog antariman”
  1. “Iman”, adalah ungkapan otentik dari korelasi antara keyakinan dan realitas kehidupan, yang berhubungan erat dengan pengalaman konkrit kehidupan sehari-hari. Karena itu bisa dibicarakan bersama dalam suasana bebas dan terbuka.
  2. “Iman” sebagai esensi agama, mendorong kepada dialog yang dilakukan setiap orang secara individual, bukan sebagai lembaga.
  3. “Dialog”, tidak bertujuan menghapus pebedaan, tetapi merupakan langkah menjalin komunikasi dan ungkapan kesediaan untuk saling mendengar, menghormati dan terbuka.
  4. “Dialog” mengandung konflik inheren pada hubungan antarmanusia, sekaligus menjanjikan sebuah akhir yang lebih dewasa untuk menghadapi dan menyelesaikan konflik.

  
  



  

 
Tentang Institut DIAN/Interfidei
 
  

Program & Kegiatan

Kegiatan-kegiatan Interfidei tidak hanya terpusat di Jogja tetapi meluas sampai ke daerah-daerah lain, dalam kerjasama dengan jaringan yang ada di daerah-daerah. Bentuk-bentuk kegiatan adalah sebagai berikut
 

  1. Pendidikan
  2. Penelitian
  3. Seminar dan Diskusi
  4. Publikasi
  5. Pengembangan Jaringan
  6. Dokumentasi dan Perpustakaan
  7. Pengembangan Sumber Daya Manusia

Kegiatan selama 2004 - 2005

     
 
Nama Lembaga

Nama lembaga ini adalah Institut Dialog Antariman di Indonesia (Institut DIAN) atau Institute for Interfaith Dialogue in Indonesia (Interfidei), disingkat Institut DIAN/Interfidei. Lembaga ini beralamat di:

Banteng Utama 59
Perum Banteng Baru
Telp. (0274) 880149. Fax. (0274) 887864
Yogyakarta 55581
E-mail : dianinterfidei@yahoo.com
Website: http://www.interfidei.or.id

Logo

Logo Lembaga ini berupa sebuah DIAN, dengan warna merah dan dasar putih. “Dian” adalah sebuah lampu kecil, yang dapat memberi terang di tengah kegelapan. Semua orang adalah “Dian”, yang memberi terang bagi dirinya sendiri, bagi orang lain, dan bagi lingkungan di sekitarnya, yang menerima cahaya dari sumber yang satu, yaitu Tuhan.


Pendirian

Institute for Interfaith Dialogue in Indonesia (Institut DIAN/Interfidei) didirikan pada 20 Desember 1991 di Yogyakarta, Indonesia dengan akte notaris no.38 (de jure), kemudian secara resmi dipublikasikan kepada masyarakat luas sebagai sebuah Lembaga (de facto), yaitu tanggal 10 Agustus 1992.

Visi

Terciptanya masyarakat sipil yang berakar pada nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi.

Misi
  1. Mengembangkan pemikiran keagamaan yang pluralis dan dialogis
  2. Mengembangkan dinamika hubungan dialog dan kerjasama antariman
  3. Mendorong proses transformasi agama sebagai solusi atas persoalan kemanusiaan yang dihadapi masyarakat

Dewan Pendiri


1. (alm) Dr. Th. Sumartana
2. (alm) Pdt. Eka Darmaputera, Ph.D.
3. Daniel Dhakidae, Ph.D.
4. Zulkifly Lubis,
5. Dr. Djohan Effendi.

Pengurus Yayasan :

Ketua         : (alm) Pdt. Eka Darmaputera, Ph.D
Wakil Ketua : Daniel Dhakidae
                : Djohan Effendi

Sekretaris  : Elga Sarapung

Bendahara : Zulkifly Lubis

 

Pelaksana Harian :

Direktur : A. Elga J. Sarapung

Koordinator Bidang :

  1. Suhadi (Pendidikan)
  2. Lian Gogali (Diskusi)
  3. Leonard C. Epafras (Jaringan/Komunikasi)
  4. Listia (Penelitian/Advokasi)
  5. Amin Ma'ruf (Penerbitan)
  6. Sarnuji (Perpustakaan)
  7. Suprianto (Bagian Umum dan Kerumahtanggaan)
  8. Eko Putro (Keuangan)
  9. Octavia Christiani (Sektretariat)
  10. Fian (Penggalian Dana)


    Staff :

    1. Abidin Wakano
    2. Wahyudin
    3. Rini
    4. Syafaatun Elmirzanah
    5. Wiwin Siti Aminah
    6. Suryanto



 
   
Copyright © Institut DIAN/Interfidei 2006