Switch To
Gallery click to enlarge
Search
Terbitan
Agenda
28 April 2013
04 Maret 2013
16 Februari 2013
04 Februari 2013
Artikel
- Pluralisme Agama dan Fenomena Sosial-Politik dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia
Judul di atas mengasumsikan fakta pluralitas agama-agama dan berbagai fenomena sosial-politik dalam kaitan dengan pluralitas agama tersebut. Sebutkan sebagai contoh, masalah sulitnya mendirikan rumah ibadat, masalah penangkapan terhadap mereka yang dituduh beraliran sesat, isu kristenisasi dan islamisasi, masalah kekerasan atas nama pemurnian agama, masalah legislasi yang berhaluan keagamaan, masalah politisasi agama, dan seterusnya. Menghadapi kompleksitas masalah-masalah itu, timbul dua pertanyaan yang mendesak untuk didiskusikan.
- Fakta (Papua) Hari Ini
Menurut catatan akhir 2011 yang dibuat oleh Tim Kajian Papua LIPI mengenai kondisi politik dan keamanan di Papua, sepanjang 2010, kekerasan dan pelanggaran HAM terus terjadi di Papua. Pelaku kekerasan bukan hanya aparat keamanan, melainkan juga masyarakat sipil (bersenjata).
- Penembakan Misterius di Papua
Penembakan misterius yang dilakjukan “orang tak dikenal” kembali terjadi di Papu, akhir Mei 2012. Sebelumny terjadi 15 penembakan terhdap masyarakat sipil di Papua, yakni di Puncak Jaya dan area tambang PT Freeport Indonesia.
- Keaksaraan Agama Di Tengah Konflik Antarmuka
- Tentang Iklan Kerukunan
- Many Faiths, But One Humanity. By: Moh Yasir Alimi
- Menata dan Mengembangkan Perdamaian di Maluku: Tanggungjawab Bersama Agama-agama. Oleh: Pdt. Dr. I. W. J. Hendriks
- Energi Sosial dan Hibridasi Kebudayaan. Oleh: Alwi Rachman
- Petisi Jeritan Warga Ahmadiyah Lombok
- Menyoal Peran Afektif Pendidikan Agama di Sekolah (Ditengah Tuntutan Profesionalisme). Oleh: Anis Farikhatin
- Membangun Budaya Damai di Papua Melalui Dialog. Oleh: Elga J. Sarapung
- Catatan dari India. Oleh: Rafikah
- Petisi Jeritan Kemanusiaan. Oleh: Djohan Effendi
- Keragaman Kontra Perbedaan. Oleh: Putu Wijaya
- Guru Sejati. Oleh: Putu Wijaya
- Agama Berperspektif Korban. Oleh: Isa Abdurrahman
“Kami mengakui, bahwa negara telah bertindak kejam terhadap hak asasi manusia. Maka sekarang kami lakukan (pengakuan) agar sejarah yang menyedihkan Yang pernah kita alami itu tidak terulang.” (Alfonso Portillo, Presiden Guatemala)
- Kontribusi Pendidikan Agama Dalam Memperkuat Masyarakat Pluralistik Demokratik (Perspektif Islam). Oleh: DR. Agus Nuryatno
If a child lives with hostility, he/she learns to fight If a child lives with tolerance, he/she learns to be patience If a child lives with praise, he/she learns to appreciate If a child lives with fairness, he/she learns justice If a child lives with acceptance and friendship, he/she learns to find love in the world Dorothy Law Notle
- Pendidikan Agama dalam Masyarakat Multikultur. Oleh Listia
Salah satu keunikan masyarakat Indonesia adalah keterikatannya pada simbol-simbol agama dan pada keyakinannya akan fungsi sosial agama dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan eksistensial dan memberi rasa aman oleh kepastian dalam membuat pemaknaan atas peristiwa-peristiwa kehidupan bagi pemeluknya secara eksklusif. Keunikan ini sangat kentara ketika selalu ada kelompok dalam masyarakat yang senantiasa memberikan posisi bagi agama dalam ruang publik yang seharusnya dikonstruksi menjamin keleluasaan yang terbuka bagi semua ekspresi dan pemaknaannya.